Nowadays, many peoples living in poverty. What have I gotta do with that?.. Katanya, fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara, hmm.. Really?..
Saat melintasi jembatan penyebrangan di salah satu jalan protokol di Jakarta, ada seorang ibu duduk dengan anak laki-lakinya yang berusia sekitar 2 tahun. Banyak orang yang memberi makanan, uang, namun tidak kalah banyaknya orang yang acuh dan berlalu begitu saja. Sekilas teringat tulisan spanduk di daerah Pancoran, yang kurang lebih berisi 'jika memberi uang pada pengemis, sama saja memperburuk keadaan mereka', tulisan itu juga secara implisit berbunyi 'Stop memberi pengemis'. Lalu bagaimana? Apakah pembuat tulisan itu benar-benar memikirkan nasib mereka?
Katanya, seringkali ada penertiban umum, dengan cara 'mengangkut' para pengemis di jalan. Lalu mereka dibawa ke panti sosial untuk dibina agar menjadi individu yang lebih bermanfaat. Tapi kenapa ya, banyak dari meraka yang justru kabur dari sana?.. Apakah memang mereka tidak ingin 'menjadi individu yang lebih bermanfaat' atau memang Panti Sosial itu 'membina' mereka dengan cara yang tidak sehat?.. Hmm, have no idea. Hanya mereka dan Tuhan yang tau.
Kalau pemerintah benar-benar menganjurkan masyarakat untuk tidak 'memberi uang' kepada pengemis, apakah masalahnya akan selesai? Meskipun, dengan masyarakat memberi uang pun permasalahan tidak akan selesai. Tapi, setidaknya mereka masih bisa makan untuk hari ini.
Kalau melihat dari sudut pandang berbeda, kita justru dianjurkan untuk menyisihkan sebagian harta kita, karena ada hak fakir miskin dan anak yatim disana. How about that?.. Pada akhirnya, semua kembali ke hati nurani kita masing-masing, sudut pandang masing-masing, just do whatever you wanna do..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar