Minggu, 07 Agustus 2011

Dream for Real

Manusia terlahir bagai selembar kertas putih. Kehidupan adalah sekolah yang nantinya berperan dalam menentukan warna yang dilukiskan pada kertas putih itu. Mungkin Hijau, Biru, Kuning, Merah, Hitam bahkan Abu-abu.

Tidak ada 'kebetulan' di dunia ini, hmm benarkah?.. In my humble opinion, tidak ada kebetulan yang mutlak. Everything come for a reason. Dan manusia mampu untuk mengubahnya.

Aku mampu berpikir dan bertindak, namun banyak hal terjadi diluar batas kemampuanku. Ahh, itu hanyalah lisan yang berdalih dari kenyataan, just say it! "Aku terbawa emosi dan perasaan sehingga melakukan hal diluar garis batas", "Aku mementingkan perasaan dibandingkan logika" seru nuraniku. Lidahku bermonolog dengan hatiku malam itu. Kuberjalan menyusuri jalan setapak yang suram, ya, hanya aku dan kelam malam. Bahkan suara jangkrik pun seakan enggan menemani kekusutan pikiran dan perasaanku. Kaki ini seakan bergerak atas titahnya sendiri, terus berjalan hingga tak ada lagi bumi yang dipijak. "Tok..tok..tok..", aku pun dikagetkan oleh suara ketokan pintu. Ya Allah, ternyata tadi aku tertidur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar